Penyebab Gigi Keropos

Gigi Yang Sehat Dan Cantik Adalah Gigi Yang Tidak Mudah KeroposKerusakan gigi bisa menghampiri siapa saja tanpa batasan usia. Selain pola makan yang ceroboh, kurangnya asupan mineral dan kalsium juga bisa menjadi pemicunya.

Gigi sehat, kuat, rapi, dan putih adalah impian setiap orang, siapa pun dia. Gigi bisa membuat seseorang semakin percaya diri. Demikian pula dengan gigi yang tidak sempurna, seseorang bisa dengan mudah kehilangan rasa percaya diri. Apalagi jika harus berbicara atau bertatap muka dengan relasi secara langsung.

Demikian pentingnya gigi dari segi estetika maupun kesehatan sehingga membuat banyak orang melakukan cara apa pun untuk mendapatkan gigi yang rapi dan sehat. Namun, tentu saja tidak semua orang beruntung memiliki gigi yang indah. Banyak hal bisa menjadi penyebab rusaknya gigi. Misalnya kurangnya asupan mineral dan kalsium, bisa menyebabkan gigi keropos. Tidak menggosok gigi ketika hendak tidur bisa menyebabkan berkembangnya kuman-kuman yang merusak gigi.

Loading...

Gigi keropos, atau disebut juga karies, merupakan masalah utama pada kesehatan gigi dan mulut masyarakat di seluruh dunia. Di Indonesia, gigi karies terjadi pada lebih dari 90% masyarakat. Jika gigi sudah terlanjur keropos, tentu kita akan merasa terganggu sekali, baik karena rasa sakit, tidak nyaman, memperburuk penampilan, bahkan penyakit-penyakit lainnya.

Terjadinya gigi keropos sebetulnya dipengaruhi oleh banyak faktor. Faktor pertama dan utama tentu kebersihan gigi dan mulut. Dengan perawatan setiap hari, pemeriksaan dan perawatan gigi rutin di dokter gigi, tentu kita dapat mencegah gigi karies. Selain itu, faktor yang juga sangat mempengaruhi adalah air liur. Kondisi air liur yang baik adalah bersifat cair, banyak, dan memiliki tingkat keasaman yang rendah. Cara sederhana untuk menjaga air liur tetap baik ialah dengan minum air putih secukupnya (3 liter) setiap hari. Hindari juga makan dan minum yang bersifat asam, misalnya air dari tadah hujan dan minuman soda.

Gigi karies di sebabkan oleh asam yang di produksi bakteri-bakteri yang menempel pada gigi. Asam ini di hasilkan ketika bakteri mencerna gula dari sisa makanan pada gigi. Kondisi asam membuat struktur gigi menjadi rapuh, dan lama kelamaan terbentuklah lubang. Jika dibiarkan terus dan tidak ditambal, maka lubang akan semakin dalam menembus lapisan-lapisan gigi berikutnya, yaitu dentin dan pulpa.

Pada pulpa terdapat saraf dan pembuluh darah gigi. Jika serangan bakteri pada kondisi karies dibiarkan, maka pulpa akan meradang, terinfeksi, lalu mati. Ketika lubang sudah menganga, dan gigi sudah mati, maka otomatis gigi menjadi sangat rapuh. Ini sebabnya mengapa ketika menggigit makanan yang keras, gigi menjadi pecah akibat keropos.

Dalam kondisi gigi keropos, banyak akibat-akibat buruk yang menyertainya. Bengkak karena infeksi, nyeri jika kemasukan makanan, sakit saat mengunyah, bahkan penyakit-penyakit di organ tubuh lain, dapat disebabkan oleh gigi keropos ini. Oleh karena itu, mulai sekarang mari cegah gigi keropos. Jika sudah terlanjur, maka segeralah kunjungi dokter gigi Anda.