Kista Periapikal Di Sebabkan Oleh Infeksi Gigi Berlubang

Kista Periapikal Di Sebabkan Oleh Infeksi Gigi BerlubangKista merupakan suatu kavitas tertutup atau kantung yang bagian dalam dilapisi oleh epitelium, dan pusatnya terisi cairan atau bahan semisolid. Tandanya, bila epitelium tumbuh dalam suatu masa sel, bagian pusat kehilangan sumber nutrisi dari jaringan periferal. Perubahan ini menyebabkan nekrosis di pusat suatu kavitas terbentuk, dan terciptalah suatu kista. Kista rongga mulut dapat di klasifikasinkan kedalam dua kelas yaitu kista odontogenik dan kista non odontogenik. Selain itu kista odontogenik juga dapat terjadi selama proses perkembangan maupun karena inflamasi.

Kista odontogenik sendiri mempunyai pengertian yaitu kista yang disebabkan oleh gigi, baik karena peradangan pada gigi atau karena malformasi (kelainan pembentukan) gigi selama perkembangan. Sedangkan kista periapikal adalah kista yang terbentuk pada ujung akar gigi yang jaringan pulpanya (sarafnya) sudah mati, yang merupakan kelanjutan dari peradangan pada jaringan pulpa gigi (pulpitis). Diagnosis dari kista periapikal dapat ditentukan melalui rontgen gigi dan pemeriksaan histologis.

Kista periapikal ini dapat terjadi di ujung gigi manapun, dan dapat terjadi pada semua umur. Ukurannya berkisar antara 0.5-2 cm, tapi bisa juga lebih. Bila kista mencapai ukuran diameter yang besar, ia dapat menyebabkan wajah menjadi tidak simetri karena adanya benjolan dan bahkan dapat menyebabkan parestesi karena tertekannya syaraf oleh kista tersebut.

Loading...

Apa Penyebabnya?

Kista periapikal di sebabkan oleh infeksi gigi karena caries (gigi berlubang). Apabila gigi yang berlubang di biarkan terus menerus, maka akan menyebabkan peradangan pada jaringan pulpa gigi (pulpitis) kemudian terjadi kematian saraf pada gigi tersebut. Setelah gigi nonvital (mati) lama-kelamaan akan dapat terbentuk kista periapikal pada ujung akar gigi tersebut.

Bagaimana Gejalanya?

Kista periapikal umumnya tidak menimbulkan keluhan atau rasa sakit, kecuali jika terjadi infeksi pada kista tersebut (infeksi sekunder).

Bagaimana Perawatannya?

Perawatan untuk kista ini, antara lain :

1.   Perawatan endodontik (perawatan saraf gigi).

Perawatan endodontik dilakukan apabila kista yang terbentuk belum terlalu besar atau belum parah. Jika perawatan ini dilakukan, maka perlu dilakukan rontgen gigi secara periodik untuk mengecek penyembuhan dari kista tersebut.

2.   Pengambilan kista.

Perawatan ini paling sering dilakukan untuk menangani kista periapikal, karena apabila dengan perawatan endodontik penyembuhannya belum tentu berhasil. Pengambilan kista ini kadang juga disertai pengambilan gigi yang terlibat.

Kesehatan mulut dan gigi sangatlah penting untuk kita jaga. Oleh karena itu, untuk menghindari terjadinya masalah kronis pada mulut dan gigi seperti diatas, cara yang paling mudah adalah dengan menyikat gigi secara teratur dua kali sehari, dan pastikan pasta gigi yang Anda gunakan mengandung flouride untuk mencegah gigi berlubang.