Masalah Penyebab Gigi Hipersensitif

Gigi Terasa Ngilu Saat Minum Yang DinginGigi sensitif adalah kondisi di mana gigi bereaksi terhadap makanan atau minuman yang panas, manis atau asam. Bila Anda memiliki gigi sensitif, meminum soda dingin atau memakan cokelat bisa tiba-tiba menyebabkan nyeri hebat pada gigi Anda. Rasa sakit terasa tajam (ngilu), seperti tersengat listrik dan biasanya hanya berlangsung beberapa detik.

Gigi terasa ngilu tajam saat bersentuhan dengan air es yang dingin atau saat terkena tiupan angin, atau saat berkontak dengan makanan yang asam atau manis. Tidak bisa menikmati enaknya minuman dingin dan es krim, makanan manis atau makanan asam, malah kalau bisa cenderung dihindari. Alasannya? Gigi terasa ngilu tajam saat bersentuhan dengan minuman dan makanan jenis tersebut diatas.  Hal ini disebut Gigi Hipersensitif bila tidak ditemukan kelainan/lubang pada gigi tersebut. Jadi tidak setiap rasa ngilu disebabkan oleh hipersensitivitas. Karies (lubang gigi) yang mencapai dentin juga dapat menimbulkan keluhan ngilu saat gigi berkontak dengan makanan/minuman dingin atau manis dan asam. Selain itu bisa juga karena gigi patah, karies sekunder yang terjadi di bawah tambalan.

Hal ini sering kali dianggap angin lalu, dan penderita jarang datang ke dokter gigi untuk mengatasinya  karena mereka menganggap ini bukan masalah kesehatan yang serius. Padahal masalah ini patut mendapat perhatian dan tidak dibiarkan saja, dengan harapan akan hilang dengan sendirinya.

Loading...

Ngilu sesaat yang tajam saat gigi sama sekali tidak ada karies atau kelainan gigi lainnya adalah ciri dari gigi hipersensitif. Biasanya, daerah yang paling  sering mengalami hipersensitif adalah daerah leher gigi terutama pada permukaan gigi yang menghadap bibir.

Penyebab gigi Hipersensitif antara lain :

  • Kalkulus/karang gigi awalnya menumpuk di daerah leher gigi, dan lama kelamaan gusi dapat menjadi resesi/menurun karena penumpukan kalkulus semakin banyak. Oleh karena itu kenapa karang gigi harus dibersihkan, selain agar nafas segar (tidak bau mulut) juga karang gigi bila dibiarkan akan menyebabkan gusi turun dan akhirnya terjadi gigi hipersensitif.
  • Cara menyikat gigi, waktu menyikat gigi, penggunaan pasta gigi yang abrasif juga dapat mengabrasi permukaan dentin di daerah leher gigi. Sehingga menyebabkan gigi hipersensitif. Oleh karena itu, tidak dianjurkan untuk menyikat gigi langsung setelah mengkonsumsi makanan/minuman yang asam untuk mengurangi efek merusak dari asam dan abrasi. Sebaiknya diberi jeda waktu antara 2-3 jam. Menyikat gigi juga tidak perlu dengan tekanan berlebihan dan lakukan dengan arah vertikal dari atas ke bawah.
  • Ada kebiasaan bruxism (mengerat antar gigi ketika tidur).
  • Hipersensitivitas dentin juga dapat terjadi secara fisiologis (alamiah), yaitu pada orang tua di mana umumnya gusinya menurun atau resesi gingiva. Resesi gingiva ini semakin bertambah seiring dengan pertambahan usia.

Apa yang harus dilakukan bila gigi hipersensitif.

1.     Perawatan di rumah.

  • Mengetahui factor penyebab, dan menghilangkan factor penyebab.
  • Menggunakan pasta gigi dan obat kumur yang mengandung bahan aktif tertentu, konsumen harus jeli apakah pasta gigi itu benar benar untuk gigi hipersensitif atau hanya sekedar judul pasta gigi “untuk gigi hipersensitif”. Pasta gigi yang dapat digunakan untuk gigi hipersensitif adalah pasta gigi yang mengandung potassium citrate. Ion potassium diyakini dapat berdifusi ke tubuli dentin dan mengurangi kemungkinan terstimulasinya syaraf, sehingga hipersensitivitas dentin berkurang. Selain mengandung potassium citrate juga mengandung fluor. Fluor membuat adanya penghalang di permukaan gigi dengan terbentuknya presipitat kalsium florida (CaF2) sehingga tubuli dentin tertutup. Akibatnya hipersensitivitas dentin dapat berkurang.
  • Cara menyikat gigi yang baik dan benar.

2.     Perawatan oleh Dokter Gigi.

Untuk mengurangi dentin hipersensitif, dokter gigi mengaplikasikan bahan desensitisasi yang tujuannya untuk menutup tubuli dentin sehingga mengurangi hipersensitifitas. Bahan tersebut dapat mengandung fluoride, atau potassium nitrate, atau bahan aktif lainnya.  Namun, agen desensitisasi tersebut biasanya tidak bertahan terlalu lama, efeknya hanya sementara. Selain itu bisa juga dilakukan perawatan dengan menggunakan bahan adhesive termasuk varnish, atau bagian dentin yang terbuka di daerah leher dan akar gigi ditutup dengan bahan tambal