Mitos Kebersihan Dan Kesehatan Mulut

Mitos Kebersihan Dan Kesehatan Mulut Difinisi dari Kebersihan dan Kesehatan Mulut adalah praktek melakukan penjagaan kebersihan dan kesehatan mulut dengan cara menyikat dan melakukan flossing untuk mencegah timbulnya problem pada gigi.

Seberapa jauh Anda memahami perihal kesehatan mulut? Berapa banyak hal yang Anda yakini itu sebagai mitos dan beberapa lainnya sebagai fakta?

Perlu Anda tahu, semua yang menyangkut kesehatan tidak bisa hanya berdasarkan pada kebiasaan, atau informasi dari mulut ke mulut tanpa adanya dasar atau fakta medis dari sumber yang dapat dipercaya.

Loading...

Berikut ini hal-hal yang penting seputar kesehatan mulut yang harus Anda tahu, sebagian besar dari fakta berikut masih saja menjadi salah kaprah karena mitos dan kurangnya pemahaman kita akan hal ini.

  • Populasi bakteri dalam mulut kita.

Menurut para ilmuwan, ada sekitar 700 spesies mikroba yang hidup dalam mulut, jumlah ini akan terus bertambah jika kita malas untuk menggosok gigi, terutama pada malam hari sebelum kita tidur. Setelah mengetahui fakta ini, apakah Anda masih tetap saja malas untuk membersihkan gigi Anda?

  • Belum 5 menit, itu mitos.

Masih banyak yang percaya bahwa makanan yang jatuh sebelum lebih dari 5 menit itu belum terkontaminasi kuman dan bakteri, anggapan ini salah! Kendati demikian, memang semakin lama makanan itu bersentuhan dengan lantai, maka akan semakin banyak juga bakteri atau kuman yang terbawa.

  • Ciuman dapat menularkan penyakit gusi.

Anggapan ini tidak benar, penyakit gusi sebenarnya tidak menular. Banyak kasus yang terjadi justru biasanya disebabkan oleh kurang sehatnya gusi dan gigi kita sendiri.

  • Sikat gigi lebih aman disimpan dalam wadah khusus.

Ini salah besar, menyimpan sikat gigi justru harus dalam keadaan terbuka dan harus selalu kering. Dengan kita menyimpan dalam wadah khusus yang tertutup rapat, hal ini justru akan mengakibatkan lembab dan berpotensi menjadi sarang kuman dan bakteri.
Rendam dan bersihkan sikat gigi dengan air panas sebelum memakainya, setelah itu bersihkan dengan air biasa setelahnya.

  • Anjuran untuk mengganti sikat gigi 1 bulan sekali.

Menurut para ahli, umumnya penggantian sikat gigi adalah 4 bulan sekali, inipun bukan karena alasan untuk menghindari bakteri atau kebersihan alat, namun lebih kepada fungsi sikat gigi yang masih layak atau tidaknya.

  • 1 sikat gigi, 1 orang.

Jangan sekali-kali Anda meminjam atau meminjamkan sikat gigi, menurut pusat pengendalian penyakit menular di Amerika, sikat gigi dapat menjadi media pertukaran cairan tubuh dan ini mungkin sekali meningkatkan risiko infeksi.

  • Benda apa yang paling potensial menularkan penyakit?

Menurut hasil penelitian, kuman dapat bertukar atau menular melalui gelas, lipstick, lip balm, alat musik, dan barang yang digunakan bersama-sama lainnya. Hindari berbagi pakai barang yang digunakan secara personal untuk menghindari segala penyakit, virus dan mikroba lain yang mungkin berbahaya bagi kesehatan Anda.

  • Obat kumur efektif menghilangkan bau mulut.

Benar sekali, menurut Asosiasi Dokter Gigi Amerika, obat kumur selain dapat mengurangi bakteri penyebab plak dan gingivitis juga dapat mengurangi kuman penyebab nafas bau dan termasuk makanan pemicu bau mulut seperti bawang putih misalnya.

Bau mulut juga bisa disebabkan karena kondisi rongga mulut  termasuk gusi dan gigi yang kurang sehat. Rawatlah mulut Anda sesuai aturan, ini akan membantu Anda lebih banyak untuk mengurangi bau mulut ketimbang hanya dengan mengandalkan obat kumur.

  • Teh hijau bisa membantu menjaga kesehatan gigi dan gusi.

Benar. Menurut penelitian, teh hijau memiliki kaitan dengan kesehatan gusi dan gigi, dan juga bisa menurunkan risiko gigi tanggal lebih dini.

  • Semua bakteri dalam mulut tidak baik untuk gusi dan gigi.

Salah, tidak semua bakteri di dalam mulut kita adalah jahat. Ada beberapa yang justru membantu organisme pembuat bahan pembunuh bakteri buruk. Pilih pasta gigi yang mengandung enzim penghambat plak yang dihasilkan berdasarkan bakteri baik.