Mengatasi Gigi Maloklusi

JURNALKEDOKTERANGIGI.COM – Maloklusi gigi adalah kelainan kontak antara rahang atas dan bawah oleh karena ketidakseimbangan besar gigi dan volume rahang. Maloklusi tidak hanya akan mengganggu penampilan, tapi juga berpengaruh terhadap fungsi pengunyahan.

mengatasi-gigi-maloklusiMaloklusi memang umumnya adalah kondisi turunan atau bawaan yang antara lain termasuk gigi berjejal, ruang atau celah antar gigi, kelebihan atau kekurangan gigi, celah bibir dan langit, serta kelainan pada rahang dan muka.

Penyebab dari maloklusi bisa diakibatkan oleh kebiasaan buruk atau faktor lain, seperti kebiasaan menghisap jari tangan sejak lecil, kebiasaan menjulurkanlidah, atau kondisi pasca kecelakaan yang melibatkan bagian muka, kehilangan gigi terlalu dini, dan banyak faktor lainnya.

Loading...

Jenis Maloklusi

Ada banyak bentuk maloklusi. Kondisi yang paling umum terkait dengan gigitan Anda, seperti overbites, underbites, dan Crossbite. Namun, maloklusi terdiri dari beberapa kategori. Seperti yang kami sebutkan dibawah ini berbagai kondisi yang berhubungan dengan maloklusi:

  • Crowded: (Gigi berjejal) adalah keadaan berjejalnya gigi di luar susunan yang normal. Penyebab gigi berjejal adalah lengkung basal yang terlalu kecil daripada lengkung koronal. Lengkung basal adalah lengkung pada prossesus alveolaris tempat dari apeks gigi itu tertanam, lengkung koronal adalah lengkung yang paling lebar dari mahkota gigi atau jumlah mesiodistal yang paling besar dari mahkota gigi geligi.
  • Overjet: (Jarak gigi) adalah jarak horizontal antara incisal edge gigi incisivus RA terhadap bidang labial gigi insisivus pertama RB. Dan tinggi gigit (overbite) adalah jarak vertikal antara incisal edge RB sampai incisal edge RA.
  • Openbite adalah keadaan adanya ruangan oklusal atau insisal dari gigi saat rahang atas dan rahang bawah dalam keadaan oklusi sentrik.
  • Rotasi: perputaran gigi melalui as vertikal yang berada tepat pada as gigi, yang berada pada tepi marginal mesio distal, lokasi eksentris.
  • Transposisi merupakan kondisi dimana dua gigi yang bersebelahan telah berganti posisi ada lengkung gigi. Gigi yang paling sering mengalami transposisi adalah gigi caninus permanen dan gigi premolar pertama permanen. Belum dilaporkan adanya transposisi pada gigi desidui.
  • Diastema (Gigi renggang) adalah suatu keadaan terdapatnya ruang di antara gigi geligi yang seharusnya berkontak. Diastema ada 2 macam, yaitu: a. Lokal, jika terdapat diantara 2 atau 3 gigi. Penyebabnya antara lain frenulum labial yang abnormal, kehilangan gigi, kebiasaan jelek, dan persistensi. b. Umum, jika terdapat pada sebagian besar gigi, dapat disebabkan oleh faktor keturunan, lidah yang besar dan oklusi gigi yang traumatis.

Masalah yang dapat di timbulkan oleh maloklusi tergantung pada keparahan kondisi Anda, maloklusi dapat mempengaruhi kebersihan mulut Anda. Sehingga dengan itu, maloklusi dapat meningkatkan risiko kerusakan gigi dan penyakit gusi. Olehnya itu kebersihan mulut secara menyeluruh sangatlah diperhatikan. Selain dari itu, maloklusi dapat mempengaruhi rahang Anda dengan menggusur sendi.

Melakukan perawatan pada gigi maloklusi, disini kami memberikan saran yaitu dengan memakai retainer (behel lepas). Namun kebanyakan pasien dengan kondisi rahang dan gigi seperti ini, menggunakan kawat gigi. Selain dari ini banyak juga yang melakukan pencabutan gigi. Apapun kasusnya, maloklusi kategori masalah gigi yang mudah diobati.

Pemakaian alat cekat pada anak dan remaja umumnya untuk memperbaiki penampilan/estetis. Sebaliknya, orang dewasa memakai alat cekat lebih untuk memperbaiki fungsi pengunyahan.

Jika Anda menderita beberapa bentuk maloklusi, pastikan untuk menghubungi dokter bagian gigi dan mulut unutk melihat kondisi yang dialami oleh rahang dan gigi Anda. Selain itu dokter akan menentukan pengobatan yang tepat untuk Anda.